Jalan-jalan ke stockholm.. I fall.. (part1)

Sepulang jalan-jalan dari stockholm.. jari saya langsung gatel mau menulis… Saya sudah jalan-jalan ke Roma, Italia.. Juga ke greece, yunani.. mau nya sih cerita tentang semuanya, tapi kota ini ternyata lebih dulu mencuri hati saya…

stockholm city

stockholm city

Beberapa kali jalan2 Gold conference dari Oriflame, tapi GC kali ini membuat Saya terpana… Pertama, karena tahun ini saya pergi berdua dengan mama saya, hal yang sudah lama saya inginkan dan impikan…  Kedua, karena tujuan kali ini sangat berbeda dari gold conference sebelumnya yang biasanya seputar eropa. Kali ini, saya mendapatkan perjalanan ke stockholm, kota scandinavia yang betul-betul membuat saya jatuh cinta…

Day 1 : Welcome Dinner

Begitu sampai di bandara, hal pertama yang saya lakukan adalah : tukar mata uang… Untuk informasi nih ya,.. Di jakarta tidak banyak money changer yang menyediakan mata uang swedish krona, jadi tukarkan dulu rupiah dengan dollar atau euro, baru deh bisa di tuker sama swedish krona di money changer yang ada di stockholm..

Sampai di hotel Clarion Sign (hotel bintang 5 nya stockholm) Wow… Beda banget sama hotel di Italia dan Yunani sebelumnya. Ini hotel keren banget!! Wastafel dari kaca, kasur dan bantal yang super empuk, plus pemandangan taman yang super indah dari kaca yang sangat lebar itu.. Mamaku, langsung gabruk aja tuh ke kasur, hihihi….

Menjelang sore, kami berangkat menuju museum vasa (bahasa stockholm: vasamuseet) untuk welcome dinner. Baju yang kami kenakan juga baju “sailor” yang telah di siapkan oriflame, blue shirt to the blue ocean… Begitu sampai di Vasamuseet, ada museum keren yang bernama Nordiska Museet yang tepat berada di depan Vasamuseet, dengan noraknya, kami langsung berebut untuk foto di depan Nordiska.

Memasuki museum, Saya benar-benar tercengang. Kami di hadapkan dengan seonggok kapal perang yang gagah dan penuh dengan ukiran-ukiran penuh seni.  Itulah kapal perang Vasa yang melegenda. Kapal sepanjang 69 meter, lebar 11,7 meter, dan tinggi tiang layar utama 52,5 meter itu berlabuh utuh di tengah ruangan museum. Sambil menikmati pemandangan ajaib itu kami mendengarkan penjelasan asal muasal kapal tersebut.

Kapal ini di bangun mulai tahun 1625, melibatkan ratusan orang dan ribuan meter kubik kayu. Henrik Hybertsson, pembuat kapal kenamaan asal Belanda, adalah orang yang di percaya untuk membangun vasa. Kapal perang ini di buat demi mewujudkan ambisi Gustavus, Raja Swedia, untuk memiliki kapal perang tak terkalahkan di dunia.

Minggu pagi 10 Agustus 1628, kapal perang Vasa yang masih “kinyis-kinyis” itu siap melaut. Pantai di sepanjang pesisir Stockholm dipenuhi pengunjung. Mereka ingin menyaksikan awal perjalanan ambisius Vasa merajai Laut Baltik. Lambaian tangan pengunjung, termasuk para diplomat asing, mengiringi terkembangnya layar Vasa.

Namun, hanya beberapa menit berselang, segalanya berubah. Kapal berisi 150 penumpang itu mulai miring ke kanan, dan makin lama makin miring. Air pun mulai masuk ke dek persenjataan yang terbuka. Alih-alih berlayar dan menembakkan meriam, kapal itu kian limbung tanpa daya. Dan, disaksikan ribuan pasang mata yang terbelalak, kapal megah itu akhirnya nyungsep ke dasar laut.

Tak semua penumpangnya bisa menyelamatkan diri. Saat Vasa diselamatkan dari tidur panjangnya di dasar Laut Baltik tahun 1961, ada 25 kerangka manusia yang tersisa.

Tak seorang pun dinyatakan bersalah. Kerajaan menyimpulkan, kapal itu sudah dibangun dengan tepat tapi tidak proporsional. Persenjataan yang diangkutnya di dua dek teratas dianggap terlalu banyak. Dengan 64 meriam dan senapan, lengkap dengan amunisinya, kapal perang Vasa tak mampu menahan beban secara seimbang. 1 meriam, bisa mencapai 80kg lho…

Setelah 333 tahun berada di dasar laut, tepatnya tahun 1961, keajaiban terjadi.  Vasa naik ke permukaan laut dan di temukan oleh penyelam yang hanya beberapa meter berenang dan melihat Vasa mengambang.  Vasa kemudian di tarik ke pinggir pantai, dan di pinggir pantai itulah kemudian di bangun museum, tanpa harus menaikkan kapal tersebut ke atas permukaan.  Kemudian saya memberanikan diri untuk bertanya:”jadi, tempat saya berdiri di sini, dulunya adalah air?”.. dan mereka pun menjawab pasti; yess…

Dengan 95% badan kapal yang utuh, Jelas mencengangkan banyak pengunjung yang datang. Semuanya juga bertanya-tanya bagaimana kapal tersebut dapat naik kembali ke permukaan.  Ternyata jawabannya sangat mudah,.. kapal tersebut tenggelam karena jendela meriam yang sangat banyak, dan naik kembali ke permukaan juga karena jendela itu. Betul-betul sangat masuk logika.

Selain cerita dan foto-fotonya, kami juga melihat-lihat meriam-meriam kapal, kerangka 10 penumpang kapal, lengkap dengan nama dan patung lilinnya. (yang ini lumayan membuat saya bergidik juga sih..). Untungnya, makan malam segera datang. Dengan duduk berbaris-baris antar negara Asia, kami menikmati hiburan, dinner yang sangat lezat (terutama kue chocolatenya), dan membawa pulang souveniir unik berupa lambang Vasa.

Selesai jam 11malam, Saya melihat belum ada petunjuk bintang dan bulan akan datang. Semuanya tetap seperti sore hari menjelang maghrib, dingin dan sangat menyegarkan.  Sampai di hotel, saya penasaran menunggu malam menjelang. Jam12 malam, lampu-lampu kota telah menghias kota stockholm, jalanan sepi, dan malam datang tanpa bintang..  Awan itu tetap biru (agak biru tua), tapi tetap tidak gelap seperti malam-malam dibelahan dunia lainnya..

Lanjut ke part2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s