Voluntary Day : Menyambut hari baru bagi PAUD di desa pasir angin

Ketika saya di tawarkan IGCN (Indonesia Global Compact Network) untuk mengikuti acara voluntary day, tadinya saya fikir acara itu mungkin hanya sekedar berbagi bersama kepada yang tidak mampu atau acara biasa saja. Tetapi sungguh luar biasa ketika saya mengikuti acara tersebut.

Pagi-pagi kami berkumpul di depan gedung menara rajawali Jakarta. Dari sana kami pergi bersama menuju wilayah bogor. Di perjalanan mbak kiki dari IGCN menanyakan persiapan kami untuk menghadapi anak-anak disana. Nah, ini yang menarik. Yang akan kami hadapi nanti adalah anak-anak. Kisaran usianya pun tidak sampai 5 tahun karena mereka dalam pendidikan PAUD.  Dalam perjalanan kami mencoba membahas persiapan kami, termasuk juga belajar menyanyi. Kami bernyanyi dan tertawa dengan kesadaran penuh bahwa Bus berisi 25 orang dewasa ini sedang belajar menyanyi lagu anak-anak.

Ketika sampai, kami di sambut oleh yayasan dunamis. IGCN berkolaborasi dengan yayasan dunamis untuk acara ini. Dunamis lah yang memberikan penjelasan bahwa kami akan di bagi 6 kelompok untuk mengunjungi PAUD di sekitar wilayah itu, tepatnya di desa pasir angin. Sebelum berangkat kami diberikan materi-materi yang seru dan menimbulkan kebersamaan antara kami (maklum kami baru kenalan di acara ini)

Saya bergabung dengan kelompok pertama yang berangkat menuju PAUD yang telah di tunjuk. Awalnya saya fikir, PAUD disana adalah bangunan seperti sekolah TK yang memang didirikan untuk sebuah PAUD. Ternyata, PAUD yang di bangun adalah RUMAH warga yang menyumbangkan rumahnya untuk di jadikan PAUD di wilayah desa pasir angin, yaitu wilayah bogor yang dekat dengan wilayah griya dunamis.

Tampilan dan isinya ala kadarnya, pengajarnya pun adalah warga yang sukarela menyumbangkan waktu dan dedikasinya untuk mengajar. Di antara keenam PAUD yang tersebar di wilayah itu, ada satu PAUD yang membuat saya tercengang. PAUD tersebut berada di rumah seorang nenek yang sudah tua. Nenek itu menyumbangkan rumahnya untuk di jadikan PAUD. Sementara rumah nenek itu sendiri jauh dari kategori rumah yang baik. Anak-anak belajar dalam kamar yang sempit, atapnya sudah mau roboh, tetapi tetap saja banyak orangtua menitipkan anaknya untuk belajar disana.

Asal muasalnya desa pasir angin  tidak pernah memiliki PAUD. Anak-anak hanya bermain atau mengikuti orangtuanya bekerja di ladang. Masuk TK pun mereka tak mampu, Karena TK di wilayah itu cukup jauh dan biaya nya juga cukup mahal. Sehingga Anak-anak disana saat itu masuk SD tanpa pendidikan. Yayasan dunamis yang berdiri disana mendorong masyarakat untuk mendidik anak-anak mereka sebelum masuk SD melalui PAUD.  Sebagian warga pun bahu membahu mendirikan PAUD. Ada yang menyumbangkan rumahnya, ada yang menyumbangkan ilmunya. Saat awal itupun tidak mudah meminta masyarakat untuk mendidik anaknya melalui PAUD. Sehingga perlu di dorong dengan melakukan pendekatan melalui rumah ke rumah. Sampai akhirnya berangsur-angsur masyarakat mulai melihat perbedaan kecerdasan anak-anak yang masuk SD setelah melewati PAUD cenderung lebih mudah menerima pelajaran.

Saya pribadi menyiapkan perlengkapan untuk membuat bentuk dari ‘clay’ yang terbuat dari tepung. Dan saya tidak berhenti berfikir bagaimana mungkin anak-anak umur segitu bisa membentuk clay ini dengan sempurna. Tapi ternyata hasilnya, lumayan mencengangkan. Saya membagikan clay kepada setiap anak dengan pasrah karena tak tahu mereka akan bentuk seperti apa. Tanpa saya duga, sebagian dari anak-anak itu mampu membentuk bunga, ice cream, bahkan teddy bear!.

Setelah mengajar bersama, kami bersama-sama membantu agar PAUD tersebut tampak lebih baik. Mulai dari mengecat dengan cat baru, membuat orname, menempel, memasang perlengkapan baru dari sponsor seperti papan tulis dan perlengkapan lainnya. Serunya luar biasa. Melihat keceriaan anak-anak, orang tua mereka dan para pengajar yang semangat membuat kami merasa sangat bahagia.

Acara ini sangat ,memberi kesan bagi kami, khususnya saya yang mengikuti voluntary day ini. Terimakasih saya yang amat sangat kepada Indonesia Global Compact Network yang telah memberi saya kesempatan untuk mengikuti acara ini. ^^

gb9

 

Advertisements