Perjalanan ke Gili Trawangan, A Dream you can touch…

Kali ini saya melancong ke pulau yang sudah lama saya ingin datangi, Gili trawangan…  perjalanan kali ini sangat memuaskan karena dalam waktu 1 minggu saya dapat melihat keindahan lombok-gili dan pulau dewata, bali. Dan kali ini saya betul-betul merencanakan liburan ini.

Punya waktu seminggu untuk liburan ke bali? nah jangan lupa mampir ke gili trawangan. Dari jakarta saya sudah mempersiapkan untuk perjalanan 2 hari pertama di bali, 2 hari di gili, 1 hari belanja di bali, lalu balik jakarta. Untuk lebih ringkasnya, lebih baik beli tiket fast boat gili-bali PP dari jauh-jauh hari. kisaran harganya sekitar 650-750 ribu/ orang. Tapi kita tinggal di jemput di bali, lalu ke pelabuhan padang bai, lalu menuju gili dengan menggunakan fast boat (sekitar 1.5 jam aja kok). Pulangnya juga di antar sampai ke bali lagi (tempatnya terserah kita). Hotel juga gitu, saya sudah book sebelum saya berangkat, jadi tinggal nikmati liburannya ajaaa.

gil2

Kalau sudah ke Gili, jangan lupa untuk cobain beberapa hal yang keren di gili trawangan : snorkeling, makan di pasar, sepedaan, jalan2 keliling restoran di sepanjang pantai, dan pastinya foto-fotoo. Harga untuk orang Indonesia jauh lebih murah dari harga bule, misalnya snorkeling itu sudah di pinjemin alat,  keliling 3 gili, 3 spot, sama makan kalo buat turis lokal cuma 120-130rb aja. Tapi ya siap-siap aja di kelilingin bule. Berada di gili serasa ada di eropa tapi nuansa Indonesia. hahaha. Berikut penampakannya.

 

bendungan wadaslintang – kebumen

Sejauh mata memandang, hanya ada air tenang dan bukit yang menghampar. Udaranya sejuk dengan angin yang lumayan kencang… suasananya tenang, betul-betul mendatangkan rasa nyaman…

Bulan puasa seperti sekarang ini, mengingatkan saya pada kejadian 2 tahun yang lalu, ketika di bulan ramadhan, di kebumen, tepatnya di bendungan wadas lintang..

bendungannyaSaat itu saya  ikut bersama downline manager saya, widi, pulkam ke kampungnya di kebumen. Tadinya saya pikir kampungnya di sekitar kota besar kebumen, ternyata…. dari kota menuju ke lokasi masih berkelok-kelok ke atas… Begitu sampai, saya baru tau desa itu dekat dengan waduk bernama wadas lintang.

Penasaran seperti apa waduk wadas lintang, pagi-pagi saya dan widi menyiapkan diri untuk berangkat. Ia mengajak saya naik motor menuju waduk. Walaupun widi ini perempuan, dia juga ternyata jago naik motor. Bukan karena jago naik motornya saya jempolin, tapi karena medan tempuhnya lumayan berat. Kami harus menaiki jalan menanjak dengan daerah yang penuh dengan batu besar.. Kami juga melewati beberapa gunung kapur, dan jalanan penuh batu kerikil…

Setelah melewati perjalanan yang menegangkan, barulah kami sampai di wadas lintang. Hasilnya.. ga mengecewakan.. ternyata waduk ini merupakan tempat yang nyaman untuk nongkrong, terutama memanjakan mata. Pemandangannya sangat unik… saya bisa melihat air dan bukit di tempat yang bersamaan… indah banget!.. Airnya yang biru tanpa riak mengingatkan saya akan ice cream blueberry!.. hahaha… Soalnya birunya bagus banget, udaranya juga sejuk… Di situ juga saya melihat para penduduk desa yang bekerja mengumpulkan kayu,.. sungguh pemandangan yang menyejukkan mata…

Bagi anda yang mau mampir ke kebumen, jangan lewatkan juga untuk mampir ke bendungan wadas lintang ini. di jamin puas untuk manjain mata..

jalan menuju wadas lintang

jalan menuju wadas lintang

indahnya pagi

indahnya pagi

pagi hari di wadaslintang

pagi hari di wadaslintang

wadas lintang

matahari di wadaslintang